Masih ingat dengan hachiko? anjing setia yang berasal dari jepang dan
rela menunggu majikannya yang telah meninggal di depan stasiun kereta.
Hachiko yang kisah nyatanya diangkat ke dalam film jepang maupun film
hollywood itu telah mengundang simpati dari pecinta anjing di seluruh
dunia.
Kematian hachiko yang damai juga sampai saat ini masih mengundang
misteri, sebenarnya bagaimana sosoknya di saat-saat terakhirnya itu.
Sebuah artikel yang di publikasi oleh harian Yomiuri di jepang
mewartakan tentang adanya museum yang berlokasi di shibuya Tokyo, Jepang
dan berhasil memajang foto yang sangat langka, yaitu momentum kematian
hachiko sang anjing setia.


“Dari foto diatas terlihat bagaimana orang-orang berdoa untuk kedamaian
roh dan jiwa dari hachiko, dari foto ini juga kita bisa melihat
bagaimana hachiko sangat dicintai pada masanya” kata seorang museum
kurator shibuya folk and literary shirane memorial, Keita Matsui.
Keita mengungkapkan bahwa aktivitas hachiko yang sehari-hati menunggu
majikannya dengan setia di depan stasiun kereta api tiap sore itu juga
ditulis oleh harian Asashi shimbun pada era 1930-an. Karena publikasi
dari tulisan harian itu, akhirnya nama hachiko berkobar ke seantero
jepang.
Tanggal 8 maret 1935, Hachiko dilaporkan menemui ajalnya di dekat
stasiun shibuya, mayat hachiko di bawah ke kamar di bagasi stasiun yang
juga merupakan tempat favorit hachiko saat setia menunggu majikannya.
Foto diatas juga merupakan foto yang diambil di ruang bagasi itu dan
dipublikasikan oleh harian Shimbun Yamato esok harinya.
Foto momentum kematian hachiko diatas memuat gambar dari Yaeko Ueno
(istri Hidesaburo Ueno, sang majikan Hachiko – kedua dari kanan) beserta
staf stasiun shibuya. Salah satu staf stasiun shibuya yang bernama
Yoshizo Osawa, memberikan foto momentum kematian hachiko itu kepada
putrinya yang paling besar, Nobue Yamaguchi (78 tahun)
Nobue yamaguchi yang sudah berusia 78 tahun dan menjadi saksi hidup
kisah hachiko ini juga berujar kalau hachiko memang kerap datang ke
stasiun tiap hari untuk menunggu sang majikan dan mereka, para penghuni
stasiun juga kerap memberikan makan kepadanya
Semoga kini hachiko sudah bisa bermanja-manja dengan pemiliknya di surga
dan semoga kisah kesetiaan hachiko ini bisa kita ambil hikmahnya bahwa
kesetiaan adalah inti dari kasih sayang.

